Langkah Gampang Tingkatkan Daya Ingat

Langkah Gampang Tingkatkan Daya Ingat

Langkah Gampang Tingkatkan Daya Ingat, Tidak Banyak yang Tahu

Pernah tidak, , lupa menyimpan barang walau sebenarnya kamu yang menyimpan dan 5 menit lalu, anda bisa ikuti langkah tingkatkan daya ingat.  Itu kacaukan sekali, kan? Untuk yang kerap lupa, tenang, ada beberapa langkah gampang untuk tingkatkan ingatan kita.

Saat usaha ingat info baru, gampang untuk kita untuk beranggapan jika makin banyak usaha untuk mengingat, makin baik. Tetapi istirahat kadang-kadang – tanpa ada lakukan apa saja – kemungkinan hal yang Anda perlukan.

Baca Juga: Kuping Sering Berdenging Yang Bikin Ga Nyaman

Redupkan lampu, duduk bertumpu, dan cicipi kontemplasi yang tenang sepanjang 10-15 menit, dan Anda akan rasakan jika daya ingat mengenai info yang baru Anda dalami jauh lebih bagus dibanding bila Anda usaha isi peristiwa itu lebih produktif.

Walau telah wajar dijumpai jika proses belajar membutuhkan sesion istirahat, penelitian terkini memperlihatkan jika kita membutuhkan “masalah minimum” sepanjang sesion ini—dengan menyengaja menghindar rutinitas apa saja yang bisa mengusik pembangunan memory.

Maka janganlah kerjakan pekerjaan, memeriksa hp, atau berseluncur di internet. Anda perlu benar-benar memberikan otak Anda peluang untuk ‘mengisi daya’ sampai penuh, tanpa ada masalah.

Fakta tidak untuk lakukan apa saja sepintas berasa seperti tehnik jembatan keledai yang prima untuk sang pemalas, tetapi penemuan ini bisa juga menolong pasien amnesia dan beberapa wujud demensia. Itu sebab penemuan ini memperlihatkan langkah baru untuk ungkap kemampuan terkubur untuk belajar dan ingat yang tidak dikenal awalnya.

Faedah peristiwa istirahat tanpa ada masalah untuk memory pertamanya kali diabadikan di tahun 1900 oleh psikiater Jerman Georg Elias Muller dan siswanya Alfons Pilzecker.

Dalam satu dari banyak uji coba mengenai koalisi memory, Muller dan Pilzecker pertama kali minta simpatisan untuk pelajari satu daftar kalimat tidak berarti. Sesudah masa belajar yang cepat, beberapa dari barisan simpatisan langsung dikasih daftar ke-2 untuk didalami – sedang bekasnya dibolehkan istirahat sepanjang enam menit saat sebelum meneruskan.

Saat dites satu-setengah jam selanjutnya, ke-2 barisan itu memperlihatkan skema Langkah Tingkatkan Daya Ingat yang paling berlainan.

Simpatisan yang dikasih waktu untuk istirahat ingat nyaris 50% dalam perincian mereka, sedang barisan yang tidak istirahat cuman ingat rerata 28%. Penemuan ini memperlihatkan jika daya ingat akan info baru benar-benar ringkih sebentar sesudah ‘direkam’, membuat lebih riskan pada masalah dari info yang lebih baru.

Walau banyak psikiater lain kadang-kadang mencuplik penemuan ini, baru di awal tahun 2000-an implementasinya yang lebih luas mulai dijumpai; karena studi Sergio Della Sala dari Kampus Edinburgh dan Nelson Cowan dari Kampus Missouri.

Ke-2 periset itu berminat untuk tentukan apa kurangi intervensi akan membenahi memory orang yang menanggung derita kerusakan saraf, seperti stroke. Dengan memakai sistem yang sama dengan riset awalnya Muller dan Pilzecker, Della Sala dan Cowan memberikan simpatisan daftar berisi 15 kata dan mengetes mereka 10 menit setelah itu.

Pada beberapa eksperimen, simpatisan dibikin repot dengan beberapa test kognitif standar; pada eksperimen yang lain, mereka disuruh untuk tiduran di ruang yang cukup gelap dan usaha tidak untuk tertidur.

Imbas masalah minimum rupanya semakin besar dari yang disangka awalnya. Walau dua pasien dengan amnesia yang paling kronis tidak memperlihatkan pembaruan, pasien yang lain sukses ingat 3x lipat jumlah kata dari sebelumnya—dari 14% jadi 49%, yang membuat mereka sama dengan sama orang sehat tanpa ada kerusakan syaraf.

Hasil eksperimen seterusnya lebih mempesona kembali. Simpatisan disuruh dengarkan beberapa narasi dan menjawab pertanyaan satu jam setelah itu. Tanpa ada peluang untuk istirahat, mereka cuman dapat ingat 7% info dalam cerita; dengan istirahat, angka ini naik ke 79% – kenaikan sebelas kali lipat dalam info yang mereka ingat.

Beberapa periset mendapati Langkah Tingkatkan Daya Ingat sama, walau kurang menonjol, pada simpatisan yang sehat di tiap eksperimen, dengan kenaikan ingatan di antara 10% sampai 30%.

Bekas mahasiswa Della Sala dan Cowan, Michaela Dewar di Kampus Heriot-Watt, sekarang pimpin beberapa riset kelanjutan, yang mengulang-ulang penemuan itu di beberapa kerangka berlainan.

Pada simpatisan yang sehat, misalkan, mereka mendapati jika istirahat dalam masa singkat dapat tingkatkan memory spasial—membantu simpatisan ingat posisi object yang lain di pada lingkungan kenyataan virtual.

Yang paling penting, kekuatan ingat ini bertahan 1 minggu sesudah eksperimen, dan nampaknya dampaknya sama untuk anak muda atau orangtua. Dan kecuali beberapa penyintas stroke, beberapa periset mendapati keuntungan sama untuk orang yang menderita penyakit Alzheimer enteng.

Pada tiap eksperimen, beberapa periset cuman minta simpatisan duduk di ruang yang redup dan hening, tanpa ada hp atau destruksi sama.

“Kami tidak memberikan mereka perintah detil mengenai apa yang mereka harus atau mungkin tidak harus kerjakan sepanjang istirahat,” kata Dewar.

Bahkan juga di waktu itu, kita perlu waspada janganlah sampai usaha begitu keras dalam melamun. Pada sebuah studi, misalnya, simpatisan disuruh memikirkan peristiwa di masa lampau atau hari esok sepanjang masa istirahat, yang rupanya kurangi kekuatan ingat mereka akan materi yang baru dihafal. Jadi kemungkinan seharusnya kita menghindar semua rutinitas psikis yang berat sepanjang istirahat.

Proses tentunya belum tahu, walau beberapa panduan mulai tampil dari pengetahuan mengenai pembangunan memory yang tetap berkembang. Sudah jadi asumsi yang diterima secara luas sekarang ini, jika saat memory baru direkam, dia lewat masa koalisi yang mengukuhkannya dalam penyimpanan periode panjang.

Proses ini awalnya disangka berlangsung sepanjang jam tidur, waktu komunikasi di antara hippocampus – sisi otak tempat memory pertamanya kali tercipta – dan korteks capai pucuknya. Berikut proses yang membuat dan perkuat jaringan syaraf baru yang perlu untuk ingat di selanjutnya waktu.

Rutinitas otak pada malam ini hari bisa saja ialah fakta kita kerap mengingat dengan lebih bagus bila melakukan pas saat sebelum tidur. Tetapi searah dengan riset

Dewar, riset Lila Davachi di Kampus New York di tahun 2010 mendapati jika proses itu berlangsung bukan hanya waktu tidur, dan rutinitas syaraf sama berlangsung sepanjang masa istirahat sekalian terbangun.

Dalam uji coba Davachi, simpatisan disuruh mengingat pasangan-pasangan gambar – menyamakan muka dengan object atau panorama – selanjutnya diizinkan untuk tiduran dan melamun sesaat. Seperti telah diperhitungkan, dia mendapati kenaikan komunikasi di antara hippocampus dan daerah korteks visual sepanjang istirahat.

Yang paling penting, orang yang memperlihatkan kenaikan paling besar dalam sambungan di antara dua tempat itu ialah mereka yang ingat semakin banyak, katanya.

Kemungkinan otak manfaatkan waktu istirahat untuk kukuhkan apa yang baru didalami – dan kurangi stimulan tambahan di saat ini bisa memperlancar proses itu. Nampaknya, kerusakan syaraf bisa mengganti otak bertambah lebih rawan pada masalah sesudah pelajari memory baru, yang menerangkan mengapa masa istirahat bisa dibuktikan mangkus khususnya untuk penyintas stroke dan pasien penyakit Alzheimer.

Psikiater yang lain semangat pada riset ini. “Dampaknya cukup stabil dalam lintas studi, yang menyertakan bermacam uji coba dan pekerjaan memory. Ini bagus sekali,” kata Aidan Horner di Kampus York.

Horner sepakat jika beberapa temuan itu dapat tawarkan langkah baru untuk menolong pribadi dengan masalah daya ingat untuk jalani hidupnya.

Walau dalam prakteknya, Horner mengaku jika kemungkinan susah untuk mengagendakan masa beristirahat cukup untuk tingkatkan ingatan secara kesemuaan; menurut dia tehnik ini masih berguna untuk menolong pasien ingat info baru yang perlu – misalkan nama dan muka pengasuh anyarnya.

“Kemungkinan masa singkat istirahat dari kondisi sadar kemudian akan tingkatkan kesempatan mereka ingat orang itu, dan karena itu berasa semakin nyaman dengan mereka yang akan datang.”

Dewar ungkap jika dia mengenal dengan seorang pasien yang nampaknya rasakan faedah dari istirahat singkat dalam ingat nama cucu-cucunya, walau selanjutnya dia mengutamakan jika ini hanya bukti anekdot.

Thomas Baguley di Kampus Nottingham Trent di UK percaya diri, walau masih waspada. Dia menjelaskan jika banyak pasien Alzheimer sudah dianjurkan untuk coba tehnik idrak (mindfulness) untuk kurangi depresi dan tingkatkan kesehatan keseluruhannya.

“Beberapa perawatan ini dapat mempromokan tehnik istirahat sadar, dan pantas ditelaah apa tehnik ini baik beberapa sebab minimnya intervensi,” katanya, “walau akan susah untuk diaplikasikan pada beberapa pengidap demensia kronis.”

Melebihi faedah medis untuk beberapa pasien ini, Beguley dan Horner sepakat jika mengagendakan masa istirahat yang teratur, tanpa ada destruksi, bisa menolong kita ingat material baru sedikit lebih kuat. Bagaimana juga, untuk banyak murid, pembaruan 10-30% yang terdaftar dalam studi-studi ini bisa tingkatkan nilai mereka sekitar satu-dua angka.

“Saya pikirkan Anda bisa mengikutkan waktu istirahat sepanjang 10-15 menit ini dalam masa koreksi,” kata Horner, “dan itu menjadi langkah untuk bikin sedikit kenaikan pada kekuatan ingat Anda yang akan datang.”

Di jaman info yang terlalu berlebih, harus diingat jika hp kita bukan salah satu yang penting diisi daya. Pemikiran kita perlu.

Itu beberapa cara simpel yang dapat menolong menjaga atau tingkatkan ingatan, agar tidak gampang lupa. Maksimalkan dengan mengaplikasikan gaya hidup sehat, ya!