Batasan dan Hubungan Kesehatan Lingkungan

Konsep Ekologi, Batasan dan Hubungan Kesehatan Lingkungan

Makna Ekologi tentang batasan dan hubungan dalam kesehatan lingkungan bermula dari Yunani, terdiri dalam 2 kata ialah oikos dan logos.

Makna ini dikatakan oleh ahli zoology Jerman namanya Ernst Haeckel (1860). Oikos berarti satu tempat buat kelangsungan makhluk hidup atau rumah atau lingkungan paling dekat dengan manusia, logos berarti pengetahuan.

Baca Juga: Konsekuensi Perubahan Makna Sehat

Kalau diambil kesimpulan sacara harfiah berarti: pengetahuan yang dalami tempat makhluk hidup atau berkaitan rumah tangga makhluk hidup. Beberapa gagasan asas dalam Ekologi ialah: Ekosistem, Sistem Produksi, Konsumsi dan Dekomposisi, Materi dan Energi, Kesetimbangan dsb.

Ada 4 unsur dalam efeknya pada kesetimbangan ekologi dalam batasan dan hubungan kesehatan lingkungan ialah: personal, relationship, community, dan sosial.

  1. Imbas personal:

korban dari penanganan yang salah pada kanakkanak, kasus kejiwaan/individu, imbas pemanfaatan yang begitu berlebihan alkohol/bahan lainnya, histori/latar belakang sikap kekerasan.

  1. Imbas relationship:

praktek-praktek keorangtuaan yang amat kurang (kurang tuntunan), kasus perkawinan, pergesekan kekerasan orang-tua, status ekonomi keluarga yang rendah, kawan-kawan yang mengubah lakukan kelakuan kekerasan.

  1. Imbas community:

kemiskinan, tingginya tingkat kriminalitas, tingginya pengerahan di area, tingginya pengangguran, perdagangan obat local yang tidak sah, faktor-faktor kondisional.

  1. Imbas sosial:

pembongkaran sosial yang cepat, ketidak imbangan sosialekonomis dan gender, kemiskinan, jaringan pengaman sosial yang kurang kuat, miskinnya / kurang kuatnya penegakan keadilan, norma-norma cultural yang memberi sumbangan tindak kekerasan.

Pengetahuan kesehatan atau sehat yang dikatakan oleh WHO yaitu kalau “Health is a state of complete physical, kejiwaan, and social well being and not merely the absence of disease or infirmity.

Waktu penjelasan sehat oleh WHO ini banyak diterima golongan luas, indicator dari keadaan yang sempurna dari fisik, kejiwaan, dan kesejahteraan sosial (complete physical, kejiwaan, and social well being) belum ditambah pada tingkatan yang serupa dengan dengan beberapa sinyal dari sakit.

Dengan demikian, dalam praktek, yang terjadi yaitu menuju ke sejumlah sinyal sakit.

Bermakna, kalau seseorang tidak perlihatkan sinyal tanda sakit karenanya dijamin sebagai seseorang yang sehat. Namun penjelasan WHO ini membawa kita ke gagasan anyar yang lebih luas kalau kelemahan dari fungsi-fungsi fisiologis dan kejiwaan atau perubahan dan perombakan fisik dan kejiwaan dapat menjadi faktor sakit sehat atau penyakit.

Peluang waktu ini saat ini waktunya membikin satu perjanjian kalua keadaan situasi kita jadi segi dari beberapa program kesehatan masyarakat  terhitung ekologi atau seni. Pengetahuan pengetahuan lingkungan sendiri yaitu pengetahuan terapan dari ekologi ialah pengetahuan berkaitan pertalian bolak-balik pada makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan bendabenda mati (unsur biotik dan abiotik) di sekelilingnya.

Makna kesehatan lingkungan yang berkembang dari pengetahuan, sanitasi lingkungan sama yang oleh Winslow diistilahkan environmental sanitation dalam artian kesehatan masyarakat yang ditunjang oleh pemikiran Smillie (1961) udah diterima oleh golongan luas. Pengetahuan  kesehatan lingkungan ini terlibat sifat dari kondisi kondisi yang mengubah derajat kesehatan masyarakat. Kesehatan lingkungan yaitu segi dari pekerjaan atau usaha dari kesehatan masyarakat.

Kesehatan lingkungan berperanan dalam jangkau arah kesehatan masyarakat yang menurut Winslow yaitu pengamanan penyakit, perpanjangan umur, dan peningkatan derajat kesehatan kejiwaan atau fisik dan efisiensi.

Organisasi kesehatan dunia WHO memvisualisasikan pengetahuan kesehatan lingkungan sebagai pengetahuan dan keterampilan buat mengendalikan semuanya hall lingkungan fisik di tentang manusia yang diperkirakan akan munculkan kasus atau akan munculkan rugi pada perombakan fisik manusia, kesehatan atau kelangsungan hidup manusia. Satu penjelasan kembali lagi yang dikenalkan oleh P. Walton Purdom sebagai berikut: Environmental health is that aspect of public health that is concerned with those forms of life, subtances, forces, and conditions in the surrounding of man that may exert an influence on human health and well being.

Arah dan area lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi jadi dua, secara umum dan istimewa. Arah dan area lingkup secara umum, pada lain:

  1. Melakukan revisi atau perbaikan kesegala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan umat manusia.
  2. Melakukan usaha pengamanan dengan menguasai beberapa sumber lingkungan dalam usaha naikkan derajat kesehatan dan kesejahteraan manusia.
  3. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan instansi pemerintah dan lembaga nonpemerintah dalam melawan malapetaka alam atau endemi penyakit menebar.

Terkait perihal arah dan area lingkup secara khusus termasuk usaha-usaha perbaikan atau setting pada lingkungan hidup manusia, yang di antaranya berwujud:

  1. Pemasokan air bersih yang cukup dan penuhi prasyarat kesehatan.
  2. Makanan dan minuman yang dibentuk dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
  3. Pencemaran udara sebab tinggal pembakaran BBM, batubara, kebakaran rimba, dan gas beracun yang berdampak buat kesehatan dan makhluk hidup lain dan jadi penyebab terjadinya pembongkaran ekosistem.
  4. Sampah cair dan padat yang dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industry, rumah sakit, dsb.
  5. Kontrol pada arthropoda dan rodent selaku vector penyakit dan cara memotong rantai penebaran penyakitnya.
  6. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan penuhi syarat kesehatan.
  7. Kemelut, radiasi, dan kesehatan kerja
  8. Survey sanitasi buat ide, pemantauan, dan penilaian program kesehatan lingkungan

Pengetahuan yang dalami pertalian bolak-balik pada makhluk hidup dengan lingkungannya dikatakan ekologi. Ekologi yang dalami seluk-beluk satu type (spesies) makhluk hidup dengan lingkungan dikatakan autekologi, tengah ekologi yang dalami seluk-beluk beberapa jenis makhluk hidup sekaligus dalam satu habitat atau komune dikatakan sinekologi. Contoh: ekologi perkotaan, rimba, perairan, dan sebagainya. Ketika itu  pengetahuan yang dalami pertalian bolak-balik pada manusia dengan lingkungannya dikatakan ekologi manusia. Interaksi pada makhluk hidup dengan lingkungan abiotic dalam satu komune yang didasarkan pada system makan, keanekaan biota, dan daur ulang buat kelangsungan hidup dikatakan ekosistem. Lingkungan hidup pada manusia atau makhluk hidup lainnya dapat dipisah jadi dua, ialah:

  1. Lingkungan hidup internal

Lingkungan hidup internal yaitu proses fisiologis dan bikomia yang berjalan dalam badan manusia di waktu detil yang dapat menyesuaikan dengan pembongkaran dan keadaan yang terjadi di luar tubuh buat kelangsungan hidupnya atau dikatakan mempunyai pembawaan homeostatis. Contoh pembongkaran temperatur dari panas ke dingin.

  1. Lingkungan hidup eksternal

Lingkungan hidup eksternal yaitu semua perihal yang berwujud benda hidup atau mati, area energi, keadaan sosial, ekonomi, atau budaya yang dapat membawa imbas pada perikehidupan manusia di atas bumi ini. Manusia dan lingkungan yaitu dua hal yang masih terkait dan kembali sama mengubah, perbuatan manusia bias mengganti lingkungan semisalnya manusia menebang rimba, sebaliknya lingkungan serius miliki efek pada bagaimana manusia bersifat. Ada 4 cara bagaimana lingkungan mengubah manusia. Lingkungan menghambat sikap. Berkaitan dengan hal itu kita awasi apa yang akan kita lakukan, semisalnya tembor di kamar kita awasi ke mana kita melangkahkan kaki atau anak yang tinggal di perkotaan tidak pernah lihat laut, sungai, rimba kurang mempunyai rasa menghargakan pada alam.

  1. Lingkungan mengundang dan tampilkan sikap.
  2. Lingkungan membikin diri. Sikap yang dibatasi oleh lingkungan dapat jadi segi yang tinggal dalam diri yang putuskan arah perombakan personalitas di fase waktu depan.
  3. Lingkungan mengubah citra diri.