Malaria Nyamuk Purba Yang Sulit Dilenyap

Malaria Nyamuk Purba Yang Sulit Dilenyap Di Tanah Papua

Penyakit malaria adalah tipe penyakit serius dan beresiko yang berasal dari infeksi parasit tipe Plasmodium yang sangat sulit dilenyap.

Biasanya, parasit itu disebarkan lewat gigitan nyamuk, khususnya oleh nyamuk Anopheles. Salah satunya tipe parasit Plasmodium yang umum mengakibatkan penyakit ini ialah P. falciparum.

Berikut 5 tipe parasit Plasmodium yang memacu penyakit ini:

  • Plasmodium falciparum
  • Plasmodium vivax
  • Plasmodium ovale
  • Plasmodium malariae
  • Plasmodium knowlesi

Jika nyamuk Anopheles terkena oleh Plasmodium dan menggigit Anda, parasit itu bisa disebarkan dan dilepaskan ke dalam saluran darah Anda. Parasit akan berkembang dalam hati, dan dalam hari-hari mulai akan menyerbu sel darah merah Anda.

Baca Juga: Macam Macam Jenis Anemia

Saat Anda mulai terkena, pertanda dan tanda-tanda penyakit ini mulai akan terlihat sesudah 10 hari sampai empat minggu. Tetapi, kadang tanda-tanda dapat tampil 7 hari sesudah Anda terkena. Beberapa gejala yang umum ialah demam, sakit di kepala, dan muntah.

Jika tidak selekasnya diatasi, kompleksitas yang kemungkinan tampil dengan penyakit ini ialah anemia dan gula darah rendah (hipoglikemia). Pada masalah yang lebih serius, pasien bisa alami penyakit malaria serebral, di mana pembuluh darah ke arah otak mampet dan beresiko menyebabkan kematian.

Kabupaten Mimika, Propinsi Papua, jadi wilayah epidemik malaria Malaria Yang Sulit Dilenyap semenjak beberapa puluh tahun kemarin. Bahkan juga, sampai saat ini penyakit kuno ini masih susah untuk dilenyapkan dari daerah itu.

Hingga saat ini, Mimika digolongkan jadi wilayah epidemik malaria paling tinggi di Papua, sebab tipe penyakit ini sangat sama dan dikenali beberapa orang. Nyaris tiap tahunnya masalah angka malaria di Mimika tinggi sekali capai beberapa ribu masalah, dibanding dengan beberapa daerah kabupaten yang lain di Propinsi Papua.

Lewat artikel ini, diinginkan warga di Indonesia pada umumnya dapat lebih siaga dan lakukan gaya hidup sehat untuk menahan malaria, ditambah saat bertandang ke Papua, terutamanya di Mimika. Sebab, beberapa warga di Mimika terkadang menyebutkan belum komplet jalanan ke Timika jika tidak bisa “oleh-olehan” malaria Timika punyai.

Factor cuaca di Mimika benar-benar susah untuk diprediksikan, seperti dengan prediksi yang dipublikasikan oleh Tubuh Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di daerah itu.

Walau begitu, walau prediksi musim penghujan dalam kurun waktu perhitungan bulan yang disebut BMKG, kadang cuaca panas yang menusuk mendadak menyelimutinya wilayah ini, begitupun kebalikannya.

Disamping itu, perombakan cuaca tidak pasti yang membuat badan manusia rawan terserang malaria. Tanda-tanda umum penyakit ini ialah sakit di kepala, mual, muntah, diare, ngilu persendian, sampai berbuntut pada demam.

Malaria ialah penyakit yang berasal dari parasit plasmodium.

Tipe malaria yang sangat sama di Kabupaten Mimika ada dua tipe yaitu, malaria tropika dan malaria tertiana. Tipe yang paling ditakutkan masyarakat Mimika ialah malaria tropika, sebab disebut dapat menyebabkan masalah saraf otak sampai berbuntut pada kematian.

Berdasarkan penjelasan dari Pusat Pengaturan dan Penjagaan Penyakit Amerika Serikat (CDC), ke-2 tipe malaria ini karena parasit plasmodium yang berbeda. Malaria tropika sendiri berasal dari parasit yang namanya parasit Plasmodium falciparum.

Parasit itu disebabkan oleh salah satunya spesies nyamuk Anopheles. Spesies yang tersering bawa parasit pemicu malaria tropika ialah Anopheles gambiae.

Parasit Plasmodium falciparum ini akan masuk di sel darah merah seorang yang digigit nyamuk Anopheles dan mengakibatkan infeksi.

Tetapi, tanda-tanda medis malaria tropika tidak selamanya sama. Ini sebab parasit Plasmodium falciparum tidak menebar secara rata pada organ-organ dan kumpulan sel tubuh manusia. Oleh karena itu, gempuran parasit pada sel darah merah di badan manusia dapat berjalan sepanjang 9-14 hari.

Saat itu, malaria tertiana berasal dari parasit Plasmodium vivax, karena itu malaria ini disebutkan bernama malaria vivax. Tipe malaria ini tersering berlangsung saat badan manusia alami tanda-tanda demam tiap 48 jam atau 2 hari sekali.

Dalam arti Romawi, “tertiana” bermakna peristiwa hari awal, selanjutnya 48 jam, masa datang ke-3 .

Penyakit malaria tipe ini banyak menulari warga Indonesia di daerah tropis dan subtropis, terhitung di wilayah Papua ditambah di Kabupaten Mimika. Tanda-tandanya nyaris serupa dengan malaria tropika.

Tetapi, tanda-tanda malaria tertiana lebih menguasai berkeringat dan menggigil saja, dan ini berlangsung tiap 48 jam sekali berjalan 1 sampai 8 jam, kemudian kembali lagi berkurang.

Penjagaan awal pada penyakit malaria yang dikerjakan warga Kabupaten Mimika, Papua, yang dipercayai ialah dengan alami seperti konsumsi sayur yang tingkat kepahitannya lumayan tinggi, dimulai dari daun pepaya, bunga pepaya, kangkung, sampai pare.

Cara itu diberikan oleh beberapa orangtua dulu di daerah itu, tapi langkah ini tidak lepas dari anjuran dan saran dokter umum.

Bukan hanya konsumsi buah dan sayur, penyebaran penyakit malaria bisa dihindari dengan tingkatkan kesiagaan dan kepedulian pada resiko gigitan nyamuk, dan memerhatikan kebersihan lingkungan.

Penjagaan gigitan nyamuk dapat dikerjakan dengan memakai kelambu berinsektisida, atau kawat kasa nyamuk, dan lain-lain. Untuk kelambu sendiri, umumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika lewat team sudut malaria bagikan beberapa puluh ribu kelambu secara teratur ke warga yang menetap di wilayah yang rawan pada gigitan nyamuk.

Untuk warga yang pengin membuat perlindungan dianya dari malaria, dapat dengan konsumsi beberapa obat yang dipakai untuk kemoprofilaksis, yaitu doksisiklin 100mg/hari, yang diminum 2-3 hari saat sebelum pergi ke wilayah epidemik malaria dengan periode waktu sampai empat minggu.

Obat itu jangan dimakan lebih dari enam bulan. Ibu hamil dan anak berumur di bawah 8 tahun tidak boleh keras mengkonsumsinya. Untuk lebih aman dan terangnya, tanyakan sama dokter.

Seperti pada daerah Jile Yale, Area Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua tingkat masalah malaria di akhir tahun masih makin bertambah, hal itu dikatakan Kepala Puskesmas Jile Yale, dr. Jeannete Suak.

Sampai Desember 2020, kata dr. Jeannete, masalah malaria di daerah itu telah capai 800 masalah lebih. Walau sebenarnya semenjak bulan Juli 2020 terdaftar 500 masalah dan lagi bertambah tiap bulannya.

Disebut di bulan Agustus 2020 terdaftar 600 lebih masalah malaria yang berlangsung di daerah Jile Yale. Sampai bulan September masyarakat yang tiba ke Puskesmas untuk memeriksa diri karena diindikasi penyakit malaria sekitar 114 pasien, hingga data malaria yang berlangsung di Puskesmas Jile Yale terdaftar 700 masalah pada saat itu.

Kepala Puskesmas Jile Yale menerangkan, berlangsung kenaikan masalah malaria disebabkan sebab factor cuaca dan pola hidup masyarakat yang kurang sehat pada lingkungannya.

Saat itu, masalah malaria yang terdaftar di Puskesmas Pasar Sentra, Area Mimika Baru, Kabupaten Mimika, sampai di akhir tahun 2020 terdaftar 1.000 lebih masalah malaria yang berlangsung.

Tambahan masalah ini berlangsung karena ada kenaikan yang cukup berarti semenjak bulan September 2020 sampai Desember 2020, terdaftar sekitar 1.122 masalah malaria tropika dan 923 masalah malaria tertiana.

Lagi bertambahnya angka masalah malaria yang berlangsung, kata Kepala Tata Usaha Puskesmas Pasar Sentra, Nelly Pangaribuan, disebabkan jumlahnya pemukiman masyarakat yang ada kubangan air sebab curahan hujan yang tinggi. Tetapi, factor lingkungan yang tidak bersih jadi pemicu munculnya sarang nyamuk untuk berkembang biak.

Nelly menerangkan, nyamuk malaria penebarannya cepat sekali berlangsung, dimulai dari jam 18.00 WIT sampai 06.00 WIT.

Oleh karenanya, dia merekomendasikan supaya masyarakat lakukan pelindung diri pada malaria di saat melakukan aktivitas di saat itu, seperti memakai pakaian lengan panjang dan menggunakan kelambu saat sedang istirahat.